Pages

Wednesday, April 17, 2013

Pulau Seribu Pura Yang Eksotik

         Tentunya Kita pasti pernah mengenal pulau Bali. ya , pulau yang terkenal dengan keindahan alamnya dan begitu banyak obyek pariwisata di pulau ini , Bahkan tidak hanya keindahan alamnya saja yang ditawarkan. Berbagai seni kebudayaan yang dimiliki juga sangat banyak, hal ini menyebabkan para wisatawan yang berdatangan begitu terkesan melihat budaya dan keindahan pulau ini .
      Untuk dalam hal Seni berikut saya ulas satu demi satu walaupun tulisan saya masih banyak kekurangan maka dari itu saya meminta maap kepada pembaca jika ada kata-kata yang lebih tolong dikurangkan dan jika ada kata-kata yang kurang tolong di lebihkan... heheheheh ^ ^ V

Untuk yang pertama:
                              
1. Ukiran Tradisional Bali

 
      Proses pembuatannya dimulai dari menggambar desain pada sebuah kertas dan kemudian di tempelkan pada bidang kayu yang masih utuh. Jenis desain ukirannya ada berbagai jenis seperti patra (jenis ukiran khas bali), motif bunga, pewayangan, hingga ukiran yang ekslusif sesuai dengan keinginan pembeli. Setelah penempelan desain pada bidang kayu, proses selanjutnya adalah mulai melakukan pengukiran. Alat bantu yang di gunakan adalah pahat berbagai ukiran.  dengan keahlian yang dimiliki turun temurun para pengukir mulai mengukir dengan santai sambil bersiul-siul dan menikmati pekerjaanya.
 
    Waktu pengerjaan satu ukiran tergantung dari besarnya dan tingkat kerumitan dari ukiran yang akan dibuat. Biasanya satu pintu hanya diukir oleh satu orang sampai selesai, karena jika bagian-bagian ukiran di kerjakan oleh orang lain bisa memberikan sentuhan yang berbeda.
 
2.Tari kecak
 
 










Tari Kecak biasanya disebut sebagai tari "Cak" atau tari api (Fire Dance) merupakan tari pertunjukan masal atau hiburan dan cendrung sebagai sendratari yaitu seni drama dan tari karena seluruhnya menggambarkan seni peran dari "Lakon Pewayangan" seperti Rama Sita dan tidak secara khusus digunakan dalam ritual agama hindu seperti pemujaan, odalan dan upacara lainnya.

    Bentuk - bentuk "Sakral" dalam tari kecak ini biasanya ditunjukan dalam hal kerauhan atau masolah yaitu kekebalan secara gaib sehingga tidak terbakar oleh api.

 Keunikan: Tidak seperti tari bali lainnya menggunakan gamelan sebagai musik pengiring tetapi dalam pementasan tari kecak ini hanya  memadukan seni dari suara - suara mulut atau teriakan - teriakan seperti "cak cak ke cak cak ke" sehingga tari ini disebut tari kecak.

3.Omed-Omedan
 Omed-omedan berarti tarik-menarik. Merupakan budaya leluhur yang hingga kini masih dilestarikan. Peserta omed-omedan adalah sekaa teruna-teruni atau pemuda-pemudi mulai dari umur 17 tahun hingga 30 tahun atau yang sudah menginjak dewasa tetapi belum menikah.

Prosesi omed-omedan dimulai dengan persembahyangan bersama antarpeserta omed-omedan di pura untuk memohon keselamatan dan kelancaran selama berlangsungnya acara. Seusai sembahyang, peserta dibagi 2 kelompok, pria dan wanita.

Sekitar 50 pemuda berhadapan dengan 50 pemudi. Setelah ada aba-aba dari para sesepuh desa, kedua kelompok saling bertemu satu sama lain dan peserta terdepan saling berciuman di depan ribuan penonton yang memadati sekitar lokasi omed-omedan.

Prosesi tersebut dilakukan secara bergantian dan setiap peserta pria ataupun wanita menunjuk salah seorang rekan mereka untuk beradu ciuman di barisan terdepan. Sesepuh desa menggunakan ember melempar air ke pasangan untuk memadamkan aksi mereka.








 







4.Barong Dance

  
 Tari barong adalah salah satu dari tari Bali yang merupakan peningalan kebudayaan pra Hindu selain tari Sangyang adalah tari Barong. Kata barong berasal dari kata bahruang yang berarti binatang beruang, merupakan seekor binatang mythology yang mempunyai kekuatan gaib, dianggap sebagai binatang pelindung.



5.Ogoh-Ogoh

   sehari sebelum Hari Raya Nyepi ada acara yang tidak boleh terlewatkan. Di seantero Bali, diadakan pawai mengarak ogoh-ogoh.

Setiap sudut desa atau banjar di Bali diramaikan dengan pawai ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh dimaknai sebagai perwujudan buta kala yang diarak keliling lingkukan dan kemudian dibakar.

Tujuan pembakaran ogoh-ogoh di berbagai banjar ini sama, yaitu mengusir buta kala sebagai simbol dari keburukan dari lingkungan sekitar. Nah, menjelang acara kita bisa melihat ogoh-ogoh ini dan aneka persiapannya.

Ada ogoh-ogoh berbentuk raksasa menyeramkan. Ogoh-ogoh ini dibuat dengan detil yang bagus. Anak-anak remaja ikut berpawai ramai-ramai dengan ogoh-ogoh ini. Pawai ogoh-ogoh dilakukan bahkan sampai malam datang.














Sekian dari saya kawan, semoga bermanfaat. Sebenarnya sih masih banyak kesenian yang lain namun apa daya,mata ini sudah tidak kuat untuk membuka,mungkin postingan selanjutnya  saya lanjutkan lagi ^^V

1 comment:

  1. Main Poker tapi tidak pernah dapat BONUS apapun?

    Jangan kecewa kawan

    Mari koin bersama kami di POKERVITA
    Dapatkan bonus harian & mingguan bersama kami GRATIS

    Info hub
    WA:0812 2222 996

    ReplyDelete